Tuesday, June 7, 2016

Ruang Lingkup Aqidah




Ruang lingkup pembahasan Materi Aqidah dalam mata pelajaran Agama Islam, yaitu :
 
1.  Iman (bahasa Arab:الإيمان) secara etimologis berarti 'percaya'. Perkataan iman (إيمان) diambil dari
kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'.

Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang - orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.

Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: "Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota." Aisyah r.a. berkata: "Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota." Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: "Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota)."


2. Tauhid (Arab :توحيد), berasal dari bahasa arab yaitu dari kata wahhada, yuwahhidu, yang berari keesaan. Maksudnya itikad atau keyakinan bahwa Allah Swt adalah esa, tunggal. Pengertian ini sejalan dengan pengertian Tauhid yang digunakan dalam bahasa Indonesia yaitu “keesaan Allah”. Mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah.

Menurut Syekh Muhammad Abduh Tauhid Adalah ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat yang wajib tetap kepada-Nya, sifat-sifat yang boleh disifatkan kepada-Nya, dan tentang sifat-sifat yang sama sekali wajib dilenyapkan kepada-Nya.

Dengan kata lain ilmu tauhid adalah ilmu yang membicarakan sifat-sifat Allah Swt dan sifat-sifat para utusannya yang terdiri dari sifat wajib, jaiz dan sifat mustahil. Ilmu tauhid juga sering disebut juga ilmu ushuluddin.

Pendidikan Tauhid dalam sejarah merupakan tema sentral dan bahkan menjadi materi utama yang disajikan oleh para rasul, para nabi dan orang-orang shaleh terdahulu. Karena bahasan ilmu tauhid menyangkut akidah islam. Sedangkan akidah dalam islam merupakan pondasi bagi keberagaman seseorang dan benteng yang kokoh untuk memelihara akidah muslim dari setiap ancaman keraguan dan kesesatan.
.

Tauhid dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat. Mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik merupakan konsekuensi dari kalimat sahadat yang telah diikrarkan oleh seorang muslim.

Seorang muslim meyakini bahwa tauhid adalah dasar Islam yang paling agung dan hakikat Islam yang paling besar, dan merupakan salah satu syarat merupakan syarat diterimanya amal perbuatan disamping harus sesuai dengan tuntunan rasulullah saw.

Pembagian aqidah tauhid
Aspek pokok dalam pembahasan ilmu tauhid adalah keyakinan akan eksistensi Allah yang maha sempurna adalah:
1. hal-hal yang berhubungan dengan Allah Swt atau mabda. Dalam bagian ini termasuk pula masalah takdir.
2. Hal-hal yang berhubungan dengan utusan Allah Swt sebagai perantara antara manusia dan Allah, atau disebut juga wasithah. Yang meliputi: malaikat, Nabi/Rasul, dan kitab suci.
3. Hal-hal yang berhubungan dengan hari yang akan dating atau disebut juga ma’ad. Yang meliputi: syurga, Neraka, dan sebagainya.

Ketiga ruang lingkup tersebut di atas terangkai dalam pembahasan rukun iman, yaitu iman kepada Allah, Malaikat, Kitab-Kitab, Rasul-Rasul, Hari kiamat, dan Iman kepada Qadha dan Qadhar.

1. Tauhid Al-Uluhiyyah atau ubudiyah,
    mengesakan Allah dalam ibadah, yakni beribadah hanya kepada Allah dan karenaNya semata.
2. Tauhid Ar-Rububiyyah,
    mengesakan Allah dalam perbuatan-Nya, yakni mengimani dan meyakini bahwa hanya Allah yang mencipta, menguasai dan mengatur alam semesta ini Swt dan selalu mendapat pengawasan dan pemeliharaan Allah.
3. Tauhid Al-Asma' was-Sifat,
    mengesakan Allah dalam asma dan sifat-Nya, artinya mengimani bahwa tidak ada makhluk yang serupa dengan Allah, dalam dzat, asma maupun sifat.
4. Tauhid Qauli dan,
5. Tauhid Amali dimaksudkan bahwa tauhid tidak hanya terhujam dalam hati (itikad belaka) tapi harus diikrarkan (diucapkan) dengan lisan dan dibuktikan dengan amal dan perbuatan.


3.  Ibadah
Ibadat atau Ibadah adalah sebuah
kata yang diambil dari bahasa Arab. Arti kata ini adalah perbuatan atau penyataan bakti terhadap Allah yang didasari oleh peraturan agama (syar`i).

Ibadah dapat dibagi menjadi 2(dua), yaitu Ibadah Maghdhah (seperti : Shalat, Puasa, Zakat dan Haji.) dan Ibadah Ghairu Maghdhah ( Seperti : Ibadah Qurban, Infaq, Shadaqah, dan sebagainya)

4. Islam
Islam (Arab: al-islām, الإسلام Tentang suara ini dengarkan (bantuan·info): "berserah diri kepada Tuhan") adalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Islam memiliki arti "penyerahan", atau penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan (Arab: الله, Allāh). Pengikut ajaran Islam dikenal dengan sebutan Muslim yang berarti "seorang yang tunduk kepada Tuhan", atau lebih lengkapnya adalah Muslimin bagi laki-laki dan Muslimat bagi perempuan. Islam mengajarkan bahwa Allah menurunkan firman-Nya kepada manusia melalui para nabi dan rasul utusan-Nya, dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus ke dunia oleh Allah.

II.3. Tujuan Pengajaran Ilmu Tauhid/Keimanan.

Pengajaran Ilmu Tauhid bertujuan untuk memantapkan keyakinan seseorang hamba kepada Allah Swt. Dengan menggunakan dalil naqli (Al-Quran & Hadits) dan dalil aqli (rasio).

Ilmu tauhid berusaha menghilangkan keragu-raguan terhadap Tuhan yang melekat pada hati seseorang dengan godaan syetan baik dari golongan jin dan manusia. Ia bersedia membela dan mempertahankan kepercayaan kita kepada Tuhan. Dan juga ilmu tauhid meluruskan akidah-akidah yang menyeleweng dan keliruan akibat kekacauan pada masa khulafaurrasyidun yang terakhir.







II.4. Hikmah/Manfaat Mempelajari Ilmu Tauhid.

Tauhid sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia, ia tidak hanya sekedar memberikan ketentraman batin dan menyelamatkan manusia dari kesesatan dan kemusyrikan. Tetapi juga berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap dan perilaku seseorang dalam kesehariannya. Ia tidak hanya berfungsi sebagai akidah tetapi juga berfungsi sebagai falsafah hidup.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan mempelajari ilmu tauhid diantaranya:
1. Sebagai sumber dan motivator perbuatan kebajikan dan keutamaan.
2. Membimbing manusia kejalan yang benar, sekaligus mendorong mereka untuk beribadah dengan penuh keikhlasan.
3. Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapan, kekacauan, dan kegoncangan hidup yang dapat menyesatkan.
4. Mengantarkan umat manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin.


No comments:

Post a Comment